Minggu, 19 Oktober 2014

ETIKA UTILITARISME DALAM BISNIS


Dikembangkan pertama kali oleh Jeremi Bentham (1748 – 1832). Adalah tentang bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi, dan legal secara moral. Utilitarianisme : asal dari kata Utilitas (U), yang berarti useful, yang berguna, yang berfaedah adalah, paham ini menilai baik atau tidaknya susila atau sesuatu, ditinjau dari segi kegunaan faedah yang didatangkan.

Utilitarianisme (utilisme) sebagai suatu ilmu/paham pada garis besarnya dibagi atas dua jenis: utilisme individual, suatu paham yang menganggap bahwa seorang itu boleh bersikap sesuai dengan situasi yang menguntungkan dirinya. Jadi boleh berpura-pura hormat, bersikap menjilat asalkan perbuatan itu membawa keuntungan (guns) bagi individu. Jenis kedua utilisme social, pada prinsipnya hampir sama dengan utilitisme individu, bedanya karena yang dihadapi adalah umum, orang banyak. Demi untuk kepentingan orang banyak, tidak apa berdusta sedikit, tidak apa bersikap hormat, tidak apa bermulut manis dan sebagainya.
Kalau egoisme menilai baik atau burukaya. suatu tindakan berdasarkan baik atau buruknya tujuan dan akibat dari tindakan itu bagi diri sendiri, maka utilitarianisme menilai baik atau buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan dan akibat dari tindakan itu bagi sebanyak mungkin orang.

 
Ø  Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
  1. Manfaat , bahwa kebijakan atau tindakan tertentu dapat mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu.
  2. Manfaat terbesar, sama halnya seperti diatas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar. Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
  3. Pertanyaan mengenai manfaat, manfaatnya untuk siapa ? Saya, dia, mereka, atau kita. Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etika utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Dengan kata lain, kebijakan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut Utilitarianisme adalah kebijakan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau  tindakan yang memberika kerugian bagi sekecil orang / kelompok tertentu. 
  4. Atas dasar ketiga kriteria tersebut, etika utilitarianisme memiliki tiga pegangan yaitu: 
  • Tindakan yang baik dan tepat secara moral
  • Tindakan yang bermanfaat besar
  • Manfaat yang paling besar untuk banyak orang


Ø  Nilai Positif Etika Utilitarianisme
  • Rasionlitasnya : Prinsip moral yang diajukan oleh etika ultilitarinisme tidak didasarakan pada aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami. 
  • Universalitas : Mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang yang melakukan tindakan itu. Dasar pemikirannya adalah bahwa kepentingan orang sama bobotnya. Artinya yang baik bagi saya, yang baik juga bagi orang lain.

Will Kymlicka, menegaskan bahwa etika ultilitarinisme mempunyai 2 daya tarik yaitu:
  • Etika ultilitarinisme sejalan dengan instuisi moral semua manusia bahwa kesejahterahan manusi adalah yang paling pokok bagi etika dan moralitas
  • Etika ultilitarinisme sejalan dengan instuisi kita bahwa semua kaidah moral dan tujuan tindakan manusia harus dipertimbangkan, dinilai dn diuji berdsarkan akibatnya bagi kesejahterahan manusia.

Ø  Etika Ultilitarinisme sebagai Proses dan Standar Penilaian

Etika ultilitarinisme juga dipakai sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijakan yang telah dilakukan. Keriteria – keriteria di atas dipakai sebagai penilai untuk mengetahui apakah tindakan atau kebijakan itu baik atau tidk untuk dijalankan. Yang paling pokok adalah tindakan atau kebijakan yng telah terjadi berdasarkan akibat dan konsekuensinya yaitu sejauh mana ia menghasilkan hasil terbaik bagi banyak orang.
Sebagai penilaian atas tindakan atau kebijakasanaan yang sudah terjadi, criteria etika ultilitarinisme dapat juga sekligus berfungsi sebagai sasaran atau tujuan ketika kebijaksanaan atau program tertentu yng telah dijalankan itu akan direvisi.

Ø  Analisis Keuntungan dan Kerugian

Dalam Etika Utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dg semua orang yg terkait, shg analisis keuntungan dan kerugian tidak lagi semata-mata tertuju langsung pd keuntungan bagi perusahaan. 
  •  Analisis keuntungan dan kerugian dalam kerangka Etika bisnis: keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yg dianalisis tidak dipusatkan pd keuntungan dan kerugian perusahaan.
  • analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dlm kerangka uang
  • analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang.

Ø  Langkah konkret yang perlu diambil dalam membuat kebijaksanaan bisnis , berkaitan dg Analisis keuntungan dan kerugian :

  • Mengumpulkan dan mempertimbangkan alternatif kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sebanyak-banyaknya. 
  • Seluruh alternatif pilihan dalam analisis keuntungan dan kerugian, dinilai berdasarkan keuntungan yg menyangkut aspek-aspek moral. 
  • Analisis Neraca keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan dalam kerangka jangka panjang.

Ø  Kelemahan Etika Ultilitarinisme

  • Manfaat merupakan sebuah konsep yang begitu luas sehingga dalam praktiknya malah menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. Karena manfaat manusia berbeda yang 1 dengan yanag lainnya.
  • Persoalan klasik yang lebih filosofis adalah bahwa etika ultilitarinisme tidak pernaah menganggap serius suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai dari suatu tindakan sejauh kaitan dengan akibatnya. Padahal, sangat mungkin terjadi suatu tindaakan pada dasarnya tidak baik, tetapi ternyata mendatangkan keuntungan atau manfaat.
  • Etika ultilitarinisme tidak pernah menganggap serius kemauan atau motivasi baik seseorang
  • Variable yang dinilai tidaak semuanya bisa dikuantifikasi. Karena itu sulit mengukur dan membandingkan keuntungan dan kerugian hanya berdasarkan variable yang ada.
  • Kesulitan dalam menentukan prioritas mana yang paling diutamakan.
  • Bahwa etika ultilitarinisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingn mayoritas. Yang artinya etika ultilitarinisme membenarkan penindasan dan ketidakadilan demi manfaat yang lebih bagi sekelompok orang.
 
 
 
Sumber :

 



Selasa, 03 Juni 2014

LAPORAN ILMIAH



Pengertian Laporan Ilmiah

Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

Dasar Membuat Laporan Ilmiah

Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :

  1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
  2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
  3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
  4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
  5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
Jenis-jenis Laporan Ilmiah

Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

Laporan Lengkap (Monograf)
  • Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
  • Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
  • Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
  • Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
  • Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).
Artikel Ilmiah
  • Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
  • Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
  • Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.
Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

Fungsi Laporan Ilmiah
  1. Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
  2. Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
  3. Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.
Sistematika Penulisan
Pada dasarnya ada dua bentuk sistematika penulisan ilmiah , yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian danpenulisan laporan penelitian sebagai berikut :

BAGIAN AWAL
  1. halaman judul
  2. Halamn persetujuan dan pengesahan (pada laporan penelitian ,sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari /abstrak)
  3. Halamn kata pengantar atau prakata
  4. Daftar isi
  5. Daftar tabel (jika ada)
  6. Daftar gambar (jika ada)
  7. Daftar lampiran (jika ada)
BAGIAN UTAMA
 BAB I PENDAHULUAN
  1.  Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan penelitian
  4. Ruang lingkup
  5. Manfaat penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  1. Landasan teori/ tinjauan teoretis
  2. Kerangak teori
  3. Kerangka konsep
  4. Hipotesis atau pertamyaan penelitian (jika ada hipotesis)
BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN
  • Jenis penelitian
  •  Populasi sample (untuk penelitian disertai unit penelitian )
  • Variabel penelitian (untuk penelitian laboratorium / eksperimental, sebelum variabel penelitian dicantumkan bahan dan alat)
  • Definisi operasioanal variabel atau istilah –istilah lain yang digunakan untuk memberi batasan operasional agar jelas yang dimahsud dalam penelitian itu.
  • Desain / rancangan penelitian ( tidak harus , kecuali pada penelitian eksperimental)
  • Lokasi dan waktu penelitian
  • Teknik pengumplan data.
  • Instrumen penelitian yang digunakan
  • Pengolahan dan Analisis data
BAB IV – HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V – KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI – RINGKASAN
BAGIAN AKHIR


Sabtu, 31 Mei 2014

RESENSI NOVEL LOVE, EDELWEISS, AND ME





 


1. Identitas Buku


 Judul Buku               :  Love, Edelweiss, and Me

Penerbit                     :  RUMAH KREASI

Tahun Terbit              :  2012

 Tebal Buku                :  286

Pengarang                  :  Monica Anggen




2. Profil Pengarang


Monica Anggen adalah seorang penulis yang berasal dari kota Banjarmasin dan bertempat tinggal di Semarang ini sangat senang menulis dan berkhayal. selain menulis novel bergenre romantis, penulis juga menulis novel anak, dan berbagai buku nonfiksi dan artikel.novel ini merupakan novel kedua yang terbit.



3. Sinopsis



Edelweiss itu abadi.
kau ucap kalimat itu bagai mantra aji sakti.
kalimat yang tertancap begitu dalam hingga melubangi sanubari.
karena ternyata, cintamu benar-benar abadi.


Tubuh rudi meluncur turun bersama dengan hempasan ombak ke arah pantai. kakinya yang lemas tak mampu membuatnya kembali berpijak. ia terhuyung, terguling, tubuhnya dipermainkan dalam ayunan lautan yang bergelora. sebentar timbul dan sebentar tenggelam. Membiarkan air asin itu membuat matanya perih, berharap rasa asin itu mampu mengeringkan air matanya dan membersihkan luka dihatinya.


sa, aku tak akan pernah melepaskanmu! tidak akan pernah. sa! seumur hidup, aku akan menyayangimu dengan sepenuh jiwaku meski mungkin kau akan menyakiti hatiku lebih dari ini. 
tak  apa, saa. sungguh tak apa.




 4. Kilasan cerita



Kesedihan Sasa akan kematian Ari begitu menguras pikirannya. Ketika Rudi mencoba masuk ke dalam hatinya, akankah dia menerimanya, apalagi setelah dugaannya akan kematian Ari ternyata salah….


Sasa sedih karena pacarnya, Ari telah pergi untuk selamanya. Sejak saat itu seluruh pemikirannya terkuras untuk memikirkan Ari, tanpa menyediakan kesempatan bagi pria lain untuk mendekatinya. Seluruh teman kos dan teman-teman kuliahnya sudah mengetahui masalah ini, baik tentang Ari dan sikap dinginnya. Sasa beruntung, di saat keadaannya labil, dia mempunyai sahabat akrab, yaitu kakak-beradik Keyla dan Dewa.

Rupanya diantara teman kuliahnya di jurusan arsitektur, ada dua orang yang terus terang memperlihatkan rasa tertarik kepada Sasa. Seorang dari mereka bernama Rudi, satu lagi bernama Billy. Rudi lebih merebut perhatian Sasa. Rudi mengetahui satu hal. Dia tidak dapat memaksa Sasa agar segera jatuh cinta padanya. Sebaliknya pelan-pelan dia mencoba menyembuhkan Sasa dari sikap dinginnya. Sebaliknya, cara-cara Billy justru lebih kasar dan cenderung menyakitkan bagi Sasa.
Suatu hari, dosen memberikan tugas berkelompok. Isi dari tugas itu adalah merancang proyek perumahan dengan arsitektur yang tidak biasa. Baik Billy dan Rudi berkelompok bersama Sasa. Agar dapat membuat tugas dengan baik, kelompok mereka berencana mengamati rumah-rumah di daerah gunung Bromo.

Rudi mempunyai rencana untuk menyembuhkan luka batin Sasa. Saat di gunung Bromo, Rudy akan berusaha menghadapkan Sasa dengan salah satu hal yang menyakitkan. Rudi berpikiran bahwa cara sembuh dari trauma adalah justru dengan berhadapan dengan sumber trauma tersebut.
Di gunung Bromo. Rudi memberikan Edelweiss. Suatu bunga yang membuat Sasa traumatis, sebab Edelweiss adalah bunga yang mengingatkannya pada Ari. Perkiraan Rudi salah. Sasa malah bertambah menjadi histeris. Sasa berlari menjauhi Rudi sampai akhirnya dia terjatuh di kawah gunung Bromo.

Kecelakaan di gunung Bromo menyebabkan banyak luka di pihak Sasa. Gadis itu masuk rumah sakit. Di tempat inilah ada kejadian tak terduga. Ternyata Sasa bertemu dengan Ari. Cerita mulai terkuak. Saat Ari dalam bahaya kematian karena obat-obat terlarang, dokter di Indonesia menyerah. Tetapi orang tua Ari tidak mau menyerah. Dia membawa Ari ke luar negeri untuk berobat dan Ari sembuh.
Dalam suatu percakapan. Secara tidak sengaja Rudi mendengar kalau Sasa masih mencintai Ari. Rudi sedih. Meskipun dia tidak rela, namun, mengingat kalau Ari memang pacar terdahulu Sasa, ia tidak berusaha membela posisinya di hadapan Ari.
    


5. Kritik dan saran


Sampul novel cukup bagus. Cuma, ada satu pertanyaan dari saya. Apa hubungan gambar sampul dengan cerita? ,  gambar rumah dengan diguyur salju sama sekali tidak ada cerita yang mengambarkan tentang sampul tersebut. mungkin akan lebih baik jika gambar sampul tersebut bergambar tentang Edelweiss dimana edelweiss menjadi titik cerita yang digambarkan.

Baik font, kertas serta judul bab tampak berseni. Saya tidak takut kertas sobek saat saya berpindah halaman dan besar font cukup bagus untuk mata. Saya menyukainya.terlebih bait - bait kata yang indah di awal setelah  judul bab , membuat novel ini menjadi sangat menarik.


Di ending saya kurang suka karna endingnya terlalu berkesan biasa saja , justru di tengah-tengah cerita yang mebuat saya menguras emosi dan sedikit mengeluarkan air mata. berharap di ending menjadi bagian yang luar biasa tapi kenyataannya tidak , padahal rasa penasaran akan ending selalu berkelibat setiap membaca scene demi scene di tengah cerita.


Akhir kata novel ini menyisakan sebuah pesan bahwa kita harus tetap berjalan meski dunia tidak terjadi seperti apa yang kita harapkan   " show-must-go-on " ....